TELEMEDICINE UNTUK REHABILITASI PECANDU NARKOBA
A. Latar Belakang
Akhir-akhir ini angka pecandu narkoba di Indonesia semakin meningkat. Sedagkan efek dari narkoba sangatlah berbahaya diantaranya, penyakit HIV/AIDS, hepatitis, kerusakan otak, jantung, paru-paru, dll. Kecanduan yang tidak segera diobati bahkan bias menyebabkan kematian. Selain itu, damapak dari penggunaan narkoba juga meluas ke hubungan social dan keluarga pecandu. Banyak keluarga mengalami kehancuran fisik maupun mental.
Seiring meningkatnya angka pecandu narkoba tidak diimbangi dengan penyediaan pusat-pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Para pecandu pada umumnya enggan pergi ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk melakukan rehabilitasi ataupun untuk pengobatannya. Hal ini dikarenkan oleh beberapa hal, diantaranya, jauhnya jarak fasyankes atau tempat-tempat rehabilitasi dari tempat tinggal pecandu, dan karena alasan privasi pecandu narkoba enggan melakukan pemeriksaan atau rehabilitasi di tempat-tempat rehabilitasi khusus. Selain itu, pecandu narkoba yang cenderung enggan mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan dikarenakan kehawatiran mereka terhadap kerahasiaan identitas pribadi mereka. Para pecandu khawatir akan ditangkap oleh pihak yang berwajib jika diketahui identitasnya.
Oleh karena itu, perlu adanya suatu solusi, agar para pecandu narkoba yang mempunyai keinginan untuk sembuh dapat dengan nyaman dan leluasa dalam melakukan pengobatan atau rehabilitasi tanpa harus terkendala oleh jarak, alas an privasi ataupun kekhawatiran karena ditangkap oleh pihak yang berwajib.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, di dapatkan suatu permasalah yaitu bagaimana agar pecandu narkoba dapat melakukan rehabilitasi tanpa harus mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan dan tetap merasa nyaman tanpa harus terbebani alasan privasi?
C. Batasan masalah
Masalah dibatasi hanya untuk para pecandu narkoba yang mempunyai keinginan kuat untuk berhenti mengonsumsi narkoba, sehingga dalam pelaksanaannya dapat memberikan informasi yang sebenar-benarnya
D. Solusi
Solusi agar para pecandu narkoba dapat melakukan rehabilitasi tanpa harus mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan yaitu dengan telemedicine atau pengobatan jarak jauh. Telemedicine atau pengobatan jarak jauh adalah penggunaan telekomunikasi dan teknologi informasi dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan klinis di kejauhan. Ini membantu menghilangkan hambatan jarak dan dapat meningkatkan akses ke pelayanan medis yang sering tidak konsisten tersedia dalam masyarakat pedesaan yang jauh. Hal ini juga digunakan untuk menyelamatkan nyawa dalam perawatan kritis dan situasi darurat. Teknologi ini memungkinkan komunikasi antara pasien dan staf medis dengan baik kenyamanan dan kesetiaan, serta transmisi medis, pencitraan dan kesehatan informatika data dari satu situs ke situs lainnya.
Selain itu, perlu adanya dukungan maksimal dari orang-orang terdekat, misalnya keluarga. Sehingga ada pendampingan secara khusus selain dari tenaga medis dalam telemedicine. Pendampingan secara langsung ini diperlukan untuk memberikan dukungan langsung kepada pecandu jika terjadi keputusasaan.
E. Langkah-langkah pelaksanaan solusi
Telemedicine dibangun dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang digabungkan dengan tenaga medis untuk memberikan layanan kesehatan, baik konsultasi, diagnosis, maupun tindakan medis. Telemedicine dibangun dengan menggunakan tekhnologi komunikasi yang memungkinkan pertukaran audio,video, dan gambar secara interaktif dalam waktu real time. Oleh karena itu, peralatan telemedicine ibangun di fasyankes pusat, kemuadian para klien yang merupakan pecandu narkoba cukup menyediakan alat komunikasi dua arah untuk berkonsultasi.
Pengobatan, atau konsultasi bisa dilakukan kapan saja menyesuaikan dengan waktu luang klien. Pecandu melakukan konsultasimengenai keadaannya dari rumah dengan teleconverence, kemuadian tenaga medis yang berada di fasyankes menafsirkan dan menganalisis diskripsi yang diberikan oleh pasien untuk menegakkan diagnosis. Jika diperlukan pasien dapat pengirimkan hasil pemeriksaan laboratorium atau hasil pemeriksaan lainnya melalui pengiriman gambar.



























